| Ini adalah Blog Indonesia saya | Blog Inggris | Blog Non-Serious |
| This is my English Blog | English Blog | Non-Serious Blog |
Tampilkan postingan dengan label Overrun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Overrun. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2012

Temuan investigasi insiden Batavia A320 bablas di Balikpapan 12MAR




Pada tanggal 19 April, Komite Nasional Keselamatan Transportasi menerbitkan rekomendasi sementara dari hasil investigasi kejadian Batavia Air A320 PK-YVE yang bablas ketika mendarat di Balikpapan pada 12 Maret 2012. Temuan yang tertera di rekomendasi tersebut sedikit menggelitik pikiran saya:
  • Batavia Air adalah satu dari 4 airline berjadwal yang diberikan pengecualian (alias lolos) dari Larangan Terbang Uni Eropa terhadap Indonesia.
  • Pesawat PK-YVE diketahui memiliki masalah pada sistim nose wheel steering dan brakes sejak November 2011.
  • Insiden ini merupakan kedua kalinya PK-YVE keluar dari runway pada saat mendarat dalam beberapa bulan terakhir.
  • Airbus telah memberi rekomendasi ke Batavia Air untuk menyelesaikan permasalahan sistim nose wheel steering dan sistim brakes sebelum pesawat tersebut terbang lagi.
  • Batavia Air belum menyelesaikan semua butir dalam rekomendasi Airbus tersebut sebelum pesawat terbang lagi dengan membawa penumpang.
  • Kombinasi brakes servo valve yang digunakan di PK-YVE tidak sesuai dengan Service Bulletin yang telah diterbitkan oleh Airbus.
  • Key personnel (pejabat penting) yang menjabat posisi Direktur Teknik (Technical Director) pada saat kejadian berbeda dengan yang tertera pada dokumen Operations Specification yang disetujui oleh Direktorat Jendral Perhubungan Udara.
Sumber: Rekomendasi Segera Kejadian Serius Pesawat Airbus A320-231 Registrasi PK-YVE Di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Tanggal 12 Maret 2012, KNKT/001/3/IV/REK.KU/2012)

Kredibilitas EU Ban dan Pengecualian EU Ban dipertanyakan
Pengecualian EU Ban yang diberikan kepada Batavia memang dipertanyakan oleh beberapa pelaku di industri airline Indonesia, dan berdampak pada kredibilitas EU Ban secara menyeluruh. Pada saat ini Indonesia memilih untuk memfokuskan upaya peningkatan keselamatan udara agar Indonesia dapat kembali mendapatkan status FAA Country Category I dimana sekarang Indonesia berada di Country Category II. Tentunya temuan KNKT di investigasi insiden PK-YVE ini akan membuat lebih banyak orang mempertanyakan bagaimana Batavia Air bisa lolos dari EU Ban, sedangkan maskapai-maskapai lainnya yang berusaha keras untuk meningkatkan tingkat keselamatannya, seperti Lion Air yang  mendapatkan banyak bantuan dari Boeing dan ATR, masih juga belum lolos.


Indonesia sudah tidak lagi bermasalah untuk mengakui bahwa vonis EU Ban dan FAA Country Category II, memang dikarenakan kekurangan-kekurangan dalam penerapan dan pemantauan keselamatan udara. Namun jika kita melihat airline-airline mana yang mendapatkan pengecualian dan mana yang masih belum juga lolos, tidak kaget jika banyak yang jengkel dan menuduh bahwa aksi Uni Eropa lewat European Union Transportation and Energy Committee (EUTC) yang menggunakan alasan safety, adalah sebuah konspirasi yang tidak adil dan terlalu memihak.


Namun EU Ban ini sudah ditampar oleh Indonesia, karena kita secara tidak langsung mengambil langkah-langkah perbaikan keselamatan udara yang mirip dengan mengatakan "persetan dengan EU Ban! Mari kita fokus untuk bisa mendapatkan FAA Country Category I", bekerjasama dengan regulator dan badan keselamatan udara dari negara-negara lain seperti Civil Aviation Safety Australia (CASA), Japan Civil Aviation Bureau (JCAB), dan bahkan regulator dari negara-negara anggota Uni Eropa secara langsung. Kerjasama dengan EASA (European Aviation Safety Administration) terus berlanjut, tetapi tanpa melihat ocehan dari EUTC.


Kesimpulan yang saya dapatkan dari arah baru peningkatan keselamatan udara Indonesia dan temuan dari investigasi KNKT ini adalah, "Ya, kita memang ada masalah, kita sedang memperbaikinya, dan kita dibantu oleh mereka yang kita percaya! Persetan dengan Ban anda!"

Rabu, 14 Maret 2012

A320 Batavia bablas di Balikpapan


Pada hari Senin, 12 Maret 2012, pesawat A320 Batavia Air ber-registrasi PK-YVE dengan nomor penerbangan Y6-2911 (penerbangan charter) dari Denpasar menuju Hangzhou, mendarat di Balikpapan dan melewati ujung landasan pada pukul 11:31 waktu setempat (03:31 UTC).

Belum ada informasi apakah pesawat tersebut memang dijadwalkan untuk singgah di Balikpapan atau memang melakukan diversion ke bandara tersebut. Pesawat mendarat di runway 25 dan berhenti di posisi overrun area setelah melewati threshold di runway 07. Foto-foto yang ada menunjukkan flaps pesawat dalam posisi retracted namun tidak ada informasi apakah pesawat mendarat dengan flaps up atau flaps di-retract setelah pesawat berhenti.


Roda pesawat tenggelam.
Tidak ada yang cedera ataupun kerusakan di pesawat dalam pendaratan tersebut namun bandara sempat ditutup selama 2 jam karena roda pesawat tenggelam di aspal overrun area yang lebih lunak dibanding runway. Situasi ini sama dengan kejadian yang menimpa Lion Air di Balikpapan beberapa bulan yang lalu dimana pesawat juga overrun sewaktu mendarat di runway 25 dan berhenti di overrun area yang sama dan roda tenggelam.

Setelah 2 jam, bandara dibuka kembali dengan NOTAM bahwa panjang landasan yang bisa digunakan dipotong 400 meter karena posisi pesawat Batavia yang tidak bisa dipindahkan hingga beberapa jam kemudian.

Foto diambil dari sebuah pesawat yang akan mendarat di runway 07
setelah bandara dibuka kembali namun sebelum pesawat Batavia
dipindahkan sehingga menjadi foto yang cukup menarik.
Semua foto ditemukan di internet menggunakan search engine. Copyright holders of the photos are unknown.

Update untuk kejadian ini ada di SINI