| Ini adalah Blog Indonesia saya | Blog Inggris | Blog Non-Serious |
| This is my English Blog | English Blog | Non-Serious Blog |
Tampilkan postingan dengan label Sriwijaya Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sriwijaya Air. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2012

737-400 Sriwijaya Air keselip di Pontianak.

Pesawat Boeing 737-4Y0 Sriwijaya Air dengan registrasi PK-CJV tergelincir dan keluar landasan pada saat melakukan pendaratan di Bandara Supadio Pontianak siang ini. Informasi yang masuk mengatakan bahwa semua awak dan penumpang pesawat selamat dan pesawat masih utuh. Pesawat tersebut sedang menerbangkan SJ188 dari Jakarta ke Pontianak dengan jadwal berangkat 1035WIB dan jadwal tiba 1200WIB. Musibah terjadi pada pukul 1230, dan informasi kerusakan apa yang dialami pesawat belum diketahui pada saat ini. Pesawat diterbangi oleh seorang kapten lokal, seorang pilot initial warga negara asing yang sedang melakukan line training dan seorang pilot lokal sebagai safety pilot.

PK-CJV setelah selesai evakuasi penumpang di PNK
Bandara Supadio Pontianak sekarang ditutup sesuai NOTAM berikut:

  • B0726/12 NOTAMNQ) WIIF/QMRLC/IV/NBO/A/000/999/0008S10924E005
  • A) WIOOB) 1206010600 
  • C) 1206011200
  • E) RWY 15/33 CLSD DUE TO BLOCKED BY ACFT
  • CREATED: 01 Jun 2012 06:01:00 SOURCE: WRRRYNYX
  • (Sumber: http://www.notams.faa.gov)



Kondisi cuaca pada pukul 1230WIB adalah sebagai berikut:
WIOO 010530Z 23022KT 0600 FEW009CB BKN007 29/25 Q1008 RMK CB OVER THE FIELD
  • Bandara Supadio, tanggal 1(Juni), 0530UTC (1230WIB).
  • Angin: 230 dengan kecepatan 22 knot
  • Jarak pandang: 0600 meter 
  • Awan: beberapa (FEW) pada ketinggian 900 kaki diatas bandara dengan formasi cumulonimbus 
  • Awan: Pekat terpecah (broken) pada ketinggian 700 kaki diatas bandara
  • Suhu Temperatur 29 C 
  • Suhu Titik Embun: 25 C
  • Kelembaban: 86%
  • Tekanan udara: 1008 hPa
  • Keterangan lain: Cumulonimbus diatas bandara


Kondisi cuaca pada pukul 1300WIB adalah sebagai berikut:
WIOO 010600Z 3000 TSRA FEW010CB BKN008 24/24 Q1007 RMK CB TO NE
  • Bandara Supadio, tanggal 1(Juni), 0600UTC (1300WIB).
  • Angin: Tidak ada informasi
  • Jarak pandang: 3000 meter 
  • Cuaca: Hujan badai dengan petir
  • Awan: beberapa (FEW) pada ketinggian 1000 kaki diatas bandara dengan formasi cumulonimbus 
  • Awan: Pekat terpecah (broken) pada ketinggian 800 kaki diatas bandara
  • Suhu Temperatur 24 C 
  • Suhu Titik Embun: 24 C
  • Kelembaban: 100%
  • Tekanan udara: 1007 hPa
  • Keterangan lain: Cumulonimbus di timur laut bandara
Update 0708UTC. Added Flight Number, Phase of Flight, Flight Schedule, Time of Accident
Update 0745UTC. Added new weather information.
Update 1355UTC. Corrected crew composition.

Jumat, 18 Mei 2012

Livery dan seragam baru Sriwijaya Air


Sriwijaya Air meluncurkan livery dan produk 2-kelas barunya pada tanggal 15 Mei 2012. Beberapa pesawatnya sudah dilengkapi dengan kursi kelas bisnis dan sisa armadanya akan dilengkapi pada saat pemeliharaan C-Check masing² pesawat.

737-800 pertama Sriwijaya PK-CLA dengan baju barunya

Sriwijaya Air juga menambahkan 737-500 ex-Continental/United 
yang dilengkapi dengan Winglet. Yang pertama, PK-CLC, juga
sudah menggunakan warna baru Sriwijaya.

Seragam baru di acara peluncuran yang dihadiri oleh Direktur Jendral Angkutan Udara.

Awak kabin berpose dengan desainer seragam
baru Sriwijaya Air, Oscar Lawalata

Sisi belakang seragam baru - Lalu flap merah di depan kanannya buat apa yah?

Seragam baru ini merupakan seragam kelima buat para pramugari Sriwijaya Air, dengan tema yang kembali ke warna merah tua seperti seragam pertama, sedangkan untuk pramugara, seragam ini merupakan seragam kedua, dan meninggalkan tema biru tua dengan warna yang lebih cerah.


Pada saat yang sama, dikabarkan Sriwijaya Air juga akan menunda pengadaan 20 Embraer E190 dikarenakan masih menegosiasikan harga (meskipun sudah dikabarkan pemesanannya sudah berstatus firm order).

Selasa, 24 April 2012

737-800 Sriwijaya akhirnya tiba untuk launching 2-class service


Pesawat Boeing 737-800 pertama Sriwijaya telah tiba pada dini hari Minggu 22 April 2012. Pesawat ex-Midwest Airlines ini terbang dari Cairo, Mesir, untuk bermalam di Dubai, lalu meneruskan penerbangannya ke Jakarta melalui Male, Maladewa.
Pesawat nomor seri 28591 (ex SU-MWD) tiba di Jakarta
CGK untuk beroperasi di Sriwijaya Air sebagai PK-CLA
Pesawat milik GECAS tersebut terbang pertama kali pada 11 Maret 1999 dan awalnya disewa oleh Istanbul Airlines sebagai TC-IAH, kemudian pindah ke Pegasus Airlines (Turki) sebagai TC-APY pada 19 Juni 2000. Selama di Pegasus Airlines, pesawat ini sempat juga disewa Khalifa Airways, dan pada 30 Mei 2007, pesawat ini meninggalkan Pegasus dan bergabung di armada Futura sebagai EC-KFB hingga Futura berhenti beroperasi pada 9 September 2008. Dari 30 Maret 2009 pesawat dioperasikan Axis Airways sebagai F-GZZA dari 30 Maret 2009 hingga maskapai tersebut pun gulung tikar pada 7 Desember 2009, dan baru menemuan tempat kerja lagi di Midwest Airlines of Egypt sebagai SU-MWD dari 10 Juni 2010 hingga akhirnya bergabung dengan Sriwijaya Air sekarang dengan registrasi PK-CLA.

Hari pertama SU-MWD/PK-CLA di
Jakarta - Berjemur di apron!
Delivery Flight ini sempat tertunda karena kendala paperwork and formality baik di sisi Indonesia maupun di sisi Mesir. Pesawat akan masuk ke hangar untuk melakukan C-Check, pengecetan ulang ke warna baru Sriwijaya Air, dan perubahan konfigurasi kabin menjadi 8 kursi kelas bisnis dan 168 kursi kelas ekonomi.





Sriwijaya Air akan menggunakan
colour scheme baru untuk semua
737-800 di armadanya.
Debut pelayanan 2-kelas Sriwijaya Air juga tertunda karena menunggu SU-MWD dan sebuah pesawat 737-500W ex-United/Continental yang sekarang tengah melakukan C-Check, pengecetan ulang, dan rekonfigurasi kabin juga dengan 8 kursi kelas bisnis. Beberapa pesawat Sriwijaya Air pun sudah direkonfigurasi dengan 8 kursi kelas bisnis meskipun pelayanan 2-kelas ini belum di launch secara formal. Menurut situs CH-Aviation, selain SU-MWD, Sriwijaya Air dikabarkan akan  menyewa 2 737-800 yang sekarang terbang di TUIfly Jerman, namun belum ada kabar kapan kedua pesawat tersebut akan tiba di Indonesia karena masih menerbangkan jadwal TUIfly hingga saat artikel ini ditulis.

Beberapa pesawat Sriwijaya Air sudah dimuat 8 kursi kelas bisnis
sebelum layanan 2-kelas di launching.
Industri airline di Indonesia terus berkembang namun dengan peningkatan kapasitas yang makin cepat, para pemain harus meningkatkan differentiation brand mereka terutama dari segi pelayanan. Airline-airline Indonesia sadar bahwa mereka tidak bisa terus menerus berkompetisi dengan jadwal dan harga yang mirip satu sama lain, apalagi dengan meningkatnya biaya bahan bakar. Garuda memilih untuk fokus dengan segment atas sekaligus membangun kembali Citilink untuk menyerbu segment bawah. Raksasa low-fare Indonesia, Lion Air sepertinya menyerah untuk melakukan layanan 2 kelas dan memilih untuk membuat unit bisnis terpisah untuk melayani segment atas dengan Space Jet yang dikabarkan telah berubah nama menjadi Batik Air. Sriwijaya Air sendiri selama ini menikmati kue segment menengah, namun segment tersebut harus dibagi dengan Batavia Air yang telah mulai menggunakan armada Airbus A330nya ke Arab Saudi dan beberapa kota tujuan di dalam negeri, dan baru saja mengumumkan penundaan launching rute ke Tokyo Haneda dengan alasan biaya bahan bakar yang mahal.

Daripada buru-buru memilih strategi berikutnya, Sriwijaya pelan-pelan memformulasikan strategi untuk terus mendominasi segment tengahnya dalam dua tahun terakhir. Dengan mulai tiba nya pesawat yang dibutuhkan untuk menjalani strategi barunya ini, tentunya transformasi di airline tradisional ini sangat menarik untuk kita ikuti bersama.

Jumat, 20 April 2012

Musuh dalam selimut: Ketika teknisi airline mencuri avtur...


Pengendalian biaya yang ketat mungkin adalah satu-satunya maskapai penerbangan bisa bertahan hidup. Harga bahan bakar yang terus meningkat berarti perusahaan penerbangan harus pandai melakukan optimalisasi dan efisiensi penggunaan bahan bakar untuk penerbangan rutin. Dalam program melakukan dan menilai efisiensi penggunaan bahan bakar, maskapai penerbangan sering melupakan salah satu faktor yang penting... Keamanan Bandara!

Apa gunanya mencoba menghemat bahan bakar dengan menghabiskan ribuan jam kerja orang mengadakan pertemuan "Komite Penghematan Bahan Bakar" jika ketika anda menyalakan sistim pesawat di pagi hari anda melihat ada bahan bakar yang hilang, dari setengah ton sampai beberapa ton? Tentunya, anda akan bertanya-tanya, "siapa sih yang mengisi bahan bakar pesawat ini semalam?"

Tapi sebelum anda menuduh Pertamina (yang memiliki monopoli pasokan bahan bakar di bandara-bandara Indonesia) telah melakukan kecurangan, mungkin baiknya anda bertanya, siapa sih yang menjaga pesawat semalam?

Saya tidak bercanda ketika saya bilang bahan bakar bisa sejumlah setengah ton  hingga beberapa ton bahan bakar bisa hilang. Salah satu maskapai pernah menemukan 2 (DUA) ton bahan bakar hilang dari tangki pesawatnya dipagi hari, padahal semalam sebelumnya tidak ada pengisian bahan bakar untuk pesawat tersebut. Jadi, siapa yang bisa dijadikan kambing hitam berikutnya? Tentu saja... Keamanan Bandara! Tapi jangan heran jika ada beberapa CCTV di apron yang rusak, dan jangan heran juga jika ada salah satu pesawat anda yang berada tepat di depan CCTV masih kehilangan beberapa ton bahan bakar !

Jadi pertanyaannya adalah ... siapa yang telah melakukan pencurian?


Sewaktu melakukan razia rutin di bandara, polisi menghentikan sebuah kendaraan yang membawa jerigen berisi avtur. Cerita pendeknya, akhirnya ketangkaplah sindikat pencuri bahan bakar yang terdiri dari beberapa teknisi Sriwijaya Air dan beberapa oknum lainnya yang ditawarkan uang untuk mencuri bahan bakar dari tangki pesawat terbang yang sedang bermalam, dan mengirim curian mereka ke lokasi yang telah diatur sebelumnya. Mereka mengaku telah melakukan pencurian sebanyak 30 kali dalam 4 bulan terakhir.

Saya akhirnya menghubungi beberapa kawan di beberapa maskapai penerbangan yang pernah kecurian avtur. Mereka sepertinya pasrah bahwa pencurian seperti ini tidak akan berhenti. Kalau ditanya kenapa, jawabannya mereka rata-rata sama, "lha, kenanya di razia yang nyari narkoba dan mobil curian, bukan razia yang mencari barang-barang yang dicuri dari bandara!" Karena menurut mereka, faktanya adalah, untuk membongkar komplotan pencurian avtur ini saja butuh keberuntungan dan kebetulan... gimana pencurian ini mau dihentikan?