| Ini adalah Blog Indonesia saya | Blog Inggris | Blog Non-Serious |
| This is my English Blog | English Blog | Non-Serious Blog |
Tampilkan postingan dengan label Airlines. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Airlines. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Januari 2013

Ganti ekor pesAAwAAtnyAA dong!


Livery baru American Airlines bisa dibilang adalah sebuah mimpi buruk, mungkin untuk pertama kalinya sebuah pemberontakan di media sosial terjadi bagi airline yang meluncurkan livery baru. Kawab blogger dan twitter saya, @9VSKA dari blog UxMilk.com me-tweet sebuah artikel yang dia temukan: Tear down that tail, American Airlines !

Singkatnya, sebuah grup Facebook bernama "Fix the tAAil" yang dibilang beranggota kalangan penggemar dan profesional bisnis penerbangan memuat alternatif-alternatif livery baru bagi American Airlines.

Pilihan yang ditayangkan oleh Skift.com menurut saya adalah yang terbaik dari semua livery yang dimuat di grup Facebook tersebut:




Sekarang, siapa yang membuat kedua desain ini? Menurut saya ini jauh lebih bagus daripada desain livery baru American Airlines!

Senin, 21 Januari 2013

Jadwal awal 777-300ER Garuda dibuka


Menurut Airlineroute.net, Garuda Indonesia berencana mulai mengoperasikan 777-300ER di bulan Juli 2013.

Rute awal adalah Jakarta-Jeddah 2x sehari (kecuali Sabtu  dari Jakarta dan Jumat dari Jeddah yang hanya dilayani 1x sehari) mulai tanggal 1 Juli 2013 hingga 19 Agustus 2013. Setelah itu penerbangan reguler Jakarta-Jeddah dihentikan selama musim libur lebaran dan dimulai kembali pada 20 September. Pesawat 747-400 yang biasanya menerbangkan rute ini dipindah untuk melayani rute baru, Surabaya-Medan-Jeddah 7x seminggu mulai 1 Agustus hingga 19 Agustus.

Jadwal 777-300ER antara 19 Agustus dan 19 September 2013:
Denpasar-Tokyo Haneda dilayani setiap hari dengan 777-300ER dan dilanjut dengan Denpasar-Jakarta setiap hari (GA405/406).
Jakarta-Tokyo Narita akan dilayani 6x seminggu dengan 777-300ER dan 1x seminggu dengan A330-200 (CGK berangkat Jumat, NRT berangkat Sabtu).

Untuk lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman di Airlineroute.net dengan klik link ini.

Livery baru American Airlines kok mirip dengan...

Ketika American Airlines mengumumkan livery baru mereka, saya hanya bisa bengong.

Livery baru American Airlines
Tidak, saya tidak bengong karena terkesima dengan cantiknya livery baru mereka... justru saya hanya bisa geleng-geleng kepala sulit mempercayai apa yang telah mereka lakukan.

Melihat livery baru tersebut saya malah sempat berpikir, apakah Kuba dan Amerika Serikat tiba-tiba berencana menjadi 2 negara yang sahabat? Coba lihat livery American Airlines yang baru dengan:
Pesawat Boeing 757 American Airli... EH SEBENTAR!
MA'AF! Setelah saya pasang kacamata saya ternyata
fotonya adalah pesawat Tupolev Tu-204 milik Cubana.
Sungguh minta ma'af!
Saya sempat berpikir, sudahlah, biarkan livery baru ini berlalu dan berharap akan diganti lagi dalam waktu dekat. Namun, pikiran saya yang sudah berhasil tenang kembali, terguncang lagi ketika melihat:
Iya, setuju! Sangat mencurigakan!
Apakah artinya merger American Airlines dengan US Airways batal dan diganti dengan merger antara American Airlines dan Colgan Air dimana perusahaan pasca-merger-nya akan diberikan suntikan dana oleh Fidel dan Raul Castro sebagai tanda persahabatan antara Cuba dan Amerika Serikat dengan maskapai Cubana sebagai pemegang saham terbesar AMR Group?

Tentu saya hanya berguyon saja diatas. Namun, menurut pendapat serius saya, bukannya lebih baik jika motif di ekor livery American Airlines yang baru menggunakan gambar logo elang barunya?

DEMI TUHAN, GANTI ITU BENDERA DI EKOR DENGAN GAMBAR ELANGNYA INI!


Minggu, 20 Januari 2013

Garuda rencana kembali ke London bulan Oktober 2013


Selagi mengunjungi Inggris, Vice President Marketing Garuda Indonesia, Amelia Syafrina Dewi Nasution, belum lama ini mengumumkan bahwa Garuda Indonesia akan kembali melayani London, kali ini dengan penerbangan non-stop.
"Layanan rute ini akan mulai bulan Oktober tahun ini dan akan menjadi penerbangan non-stop berjadwal pertama antara Jakarta dan London. Jadwal dan harga sedang di finalisasi dan informasi sepenuhnya akan diumumkan sebelum tiket untuk rute ini dijual di bulan April."

Garuda berencana akan menerima 4 Boeing 777-300ER pesanannya. Sebelumnya diperkirakan bahwa Boeing 777-300ER Garuda akan digunakan untuk menerbangkan rute Jakarta-Amsterdam non-stop menggantikan rute Jakarta-Abu Dhabi-Amsterdam yang saat ini menggunakan pesawat A330-200. Setelah dibukanya Jakarta-Amsterdam non-stop, kalangan industri penerbangan baik dalam maupun luar negeri mengira bahwa Garuda akan membuka Jakarta-Abu Dhabi-Frankfurt sambil menunggu pesawat 777-300ER ke-4 tiba sebelum menggantikan rute tersebut dengan rute non-stop. Tentunya, pengumuman Jakarta-London non-stop merubah perkiraan dan rencana yang telah ada sebelumnya, namun jumlah frekwensi penerbangan Jakarta-London ini masih sebuah misteri. Pesawat Boeing 777-300ER Garuda akan dilengkapi dengan 184 kursi kelas ekonomi, 42 kursi flat-bed kelas bisnis, dan 8 half-cabin kelas utama.

Berita ini ditemukan di situs Alternative Airlines, yang merupakan bagian dari General Sales Agent Garuda Indonesia di Inggris, Flight Directors. Berita ini melanjutkan pengumuman oleh Direktur Utama Emirsyah Satar di bulan Desember yang mengatakan bahwa Garuda berencana kembali terbang ke London di akhir 2013 atau awal 2014. Beliau juga mengatakan bahwa ada sekitar 5.000 penumpang yang terbang antara Indonesia dan Inggris setiap harinya.

Indonesia Air siap terbang jet berjadwal


A320 Indonesia Air petama, PK-TAA di South Apron Bandara
Halim Perdanakusuma, Jakarta (Foto dari Twitter)



Rencana rute A320 Indonesia Air

Indonesia Air (I8) , yang lebih dikenal sebagai Indonesia Air Transport, siap terbang terjun ke dunia penerbangan jet berjadwal dengan menggunakan pesawat Airbus A320 yang awalnya akan di-base di Bandung. I8 sengaja memilih Bandung sebagai basis operasi jetnya karena Jakarta sudah cukup banyak penerbangan dan juga kekurangan slot ideal untuk pengoperasian penerbangan berjadwal baru.

Pesawat A320 I8 akan memuat 12 kursi kelas bisnis dan 148 kursi ekonomi. A320 pertama (msn 421) yang digunakan sudah diregistrasi ulang sebagai PK-TAA (sebelumnya EI-DNP). Proving Flights sudah dilakukan sejak tanggal 15 Januari dan I8 berencana akan mulai penerbangan berjadwalnya pada akhir bulan.



Indonesia Air bukanlah pemain baru di dunia penerbangan. Perusahaan didirikan pada tahun 1968 dan berpengalaman melayani penerbangan charter untuk sektor pertambangan minyak dan gas. Sejak tahun 2008, I8 juga telah melayani penerbangan berjadwal dari Bali dan Lombok.

Jumat, 18 Mei 2012

Cathay Hospitality: Lounge, Klout, dan otak iseng saya!



Dalam upaya bisa "memerah" naik pamornya media sosial internet, anda sekarang bisa menggunakan lounge Cathay Pacific di Bandara Internasional San Francisco menurut artikel blog kawan saya, Klout your way to the Cathay Pacific lounge at San Francisco International Airport. Yang anda butuhkan hanyalah score Klout diatas 40.


Lounge Cathay di SFO (Photo: TravelWeeklyAsia via UXMilk/@9VSKA)
Sepertinya Cathay ingin memasarkan brand nya kepada pengguna aktif media sosial. Menurut Klout, nilai rata² hanyalah 20. Nilai diatas 20 berarti orang tersebut lebih mempengaruhi kawan²nya daripada dipengaruhi oleh mereka. Hal ini mirip dengan menggunakan selebriti ataupun orang "penting" untuk memberikan testimoni untuk sebuah produk.

Maslaahnya, orang yang memiliki nilai Klout diantara 20 dan 60 rata² adalah "pecandu" media sosial dan mereka cenderung juga mengikuti pecandu lainnya, dan kabar/berita akan tersebar dengan cepat... termasuk kabar buruk, plintiran, dan lain². Kebetulan, pada saat saya membaca artikel tersebut di blog UXmilk, saya juga sedang melihat Facebook saya dan menemukan foto ini lengkap dengan keterangan pengantar sebagai berikut:

CX Hospitality in CGK:
First Class: To the left, through the air bridge and into the cabin, please.
Business Class: To the left, through the air bridge and into the cabin, please.
Economy Class: Get the f*** out, through that door, wait on the tarmac and be patient!
(Serius lho! Caption nya persis dengan yang ada di Facebook seseorang penumpang CX)
Saya tahu foto itu hanyalah sebuah guyonan yang kebetulan diakibatkan posisi papan tersebut, namun saya membayangkan bagaimana jika seseorang alay-desperate-mencari-pengajuan-eksistensinya-di-media-sosial, baru mengetahui program kerjasama antara Klout dan lounge Cathay Pacific pada saat melakukan perjalanan dari San Francisco ke Jakarta, dan memutuskan untuk menge-tweet apapun selama perjalanan dan kunjungannya, demi meningkatkan nilai Klout-nya, lalu ditendang keluar dari garbarata melalui pintu tersebut ke apron, dan disuruh menunggu tanpa kejelasan. Saya jamin, nilai Klout-nya akan langsung melejit dengan tweet berisikan pengalamannya, dan lounge Cathay di San Francisco akan langsung dipenuhi oleh penumpang non-Cathay dan non-OneWorld!


Sebelum anda berpikir bahwa saya serius... TENTU SAJA SAYA HANYA GUYON! Saya berharap kerjasama antara Cathay dan Klout untuk akses ke Lounge nya akan diadakan di kota² lain, meskipun saya biasanya tidak terbang menggunakan airline dari aliansi OneWorld... dan saya tentunya memilih untuk memperlihatkan nilai Klout saya untuk bisa masuk ke lounge tersebut daripada harus mengeluarkan uang yang banyak sekali untuk terbang menggunakan first class atau business class, atau membayar biaya masuk agar bisa menikmati "exclusive airline lounge" yang sudah tidak begitu eksklusif lagi karena saya bisa masuk dengan membayar entry fee tersebut... Namun kebanyakan dari yang saya kenal yang ikut dengan Klout, nilainya diatas 40... jadi, ini membuat lounge-nya lebih tidak eksklusif lagi dibanding dengan yang bisa diakses dengan membayar Rp. 100.000 entry fee!!!!

Livery dan seragam baru Sriwijaya Air


Sriwijaya Air meluncurkan livery dan produk 2-kelas barunya pada tanggal 15 Mei 2012. Beberapa pesawatnya sudah dilengkapi dengan kursi kelas bisnis dan sisa armadanya akan dilengkapi pada saat pemeliharaan C-Check masing² pesawat.

737-800 pertama Sriwijaya PK-CLA dengan baju barunya

Sriwijaya Air juga menambahkan 737-500 ex-Continental/United 
yang dilengkapi dengan Winglet. Yang pertama, PK-CLC, juga
sudah menggunakan warna baru Sriwijaya.

Seragam baru di acara peluncuran yang dihadiri oleh Direktur Jendral Angkutan Udara.

Awak kabin berpose dengan desainer seragam
baru Sriwijaya Air, Oscar Lawalata

Sisi belakang seragam baru - Lalu flap merah di depan kanannya buat apa yah?

Seragam baru ini merupakan seragam kelima buat para pramugari Sriwijaya Air, dengan tema yang kembali ke warna merah tua seperti seragam pertama, sedangkan untuk pramugara, seragam ini merupakan seragam kedua, dan meninggalkan tema biru tua dengan warna yang lebih cerah.


Pada saat yang sama, dikabarkan Sriwijaya Air juga akan menunda pengadaan 20 Embraer E190 dikarenakan masih menegosiasikan harga (meskipun sudah dikabarkan pemesanannya sudah berstatus firm order).

Minggu, 06 Mei 2012

Armada Terbaru Indonesia Air Asia On Camera: PK-AXW

Airbus A320 ke 22 untuk Indonesia Air Asia akan tiba di Jakarta dalam waktu dekat. Pesawat PK-AXW (msn 5137) tertangkap di video berikut ini sewaktu melakukan penerbangan pertamanya pada tanggal24 April 2012:
Penerbangan pertama A320 ke-22 (ke-19 di armada saat ini) bagu Indonesia Air Asia

Indonesia Air Asia currently pada saat ini mengoperasikan 18 A320s. Pada akhir tahun 2011, maskapai tersebut menukarkan 4 Airbus A320 terbarunya (PK-AXN, AXO, AXQ) yang disewa, ke Malaysia Air Asia, dan membeli 4 A320 "tua" (PK-AXR, AXS, AXT, AXU) dari maskapai tersebut. Hal ini dilakukan demi mematuhi Undang-Undang No. 1 Tahun 2009, yang mengharuskan maskapai penerbangan berjadwal memiliki 5 pesawat dan minimum 5 pesawat yang disewa, untuk bisa beroperasi setelah tanggal 1 Januari 2012.

Namun jika anda khawatir dengan A320 yang "tua" dari Air Asia, tenang, yang paling tua pun belum tua sebenarnya, buatan tahun 2006.


(Terima kasih bagi @arifmuharram atas pemberitahuannya!)

Jumat, 04 Mei 2012

A380 debut di Jakarta karena medical diversion!


Saya benar² kaget ketika saya membaca ini di Twitter, Facebook, dan Forum Indoflyer:

A380 telah mendarat di Bandara 
Soekarno-Hatta (WIII/CGK), Jakarta

9V-SKC di CGK
Setelah telpon dan chatting dengan beberapa sumber, ternyata memang benar.

Penerbangan Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ232 dari Sydney ke Singapore, sedang diterbangkan oleh A380 dengan registrasi 9V-SKC ketika tiba² harus melakukan diversion ke bandara terdekat yang mampu menerima pesawat seukurannya, yaitu Soekarno-Hatta di Jakarta. Pesawat mendarat pada pukul 1546WIB (0846UTC) di Runway 25R, dan keluar menggunakan taxiway N5, dan berhenti di WC1 antara SP2 dan NPW. Setelah penumpang yang sakit dievakuasi, pesawat berputar 180 derajat di NPW dan masuk ke WC1 lalu NP2 dan N6. Pesawat lepas landas dari Runway 07L pada pukul 1630WIB (0930UTC) melanjutkan perjalan ke Singapura (dengan perubahan ETA 1830 waktu Singapura atau 1130UTC).

Teman saya yang satu ini senang sekali bisa melihat A380 di Jakarta!
(photo oleh: Ignatius Suryadi)
Pesawat parkir di taxiway WC1 dan bukan di apron supaya menghemat waktu dan pesawat tidak perlu didorong mundur dari tempat parkirnya untuk melanjutkan perjalanannya. Namun, Bandara Soekarno-Hatta sudah memiliki Ground Service Equipment yang bisa menangani pesawat A380 meskipun tidak ada penerbangan berjadwal menggunakan pesawat tipe tersebut, tetapi agar bandara bisa membantu penerbangan menggunakan A380 yang melakukan diversion dan membutuhkan tempat parkir di apron.

Gunakan peta ini untuk melihat pesawat mendarat, parkir, dan lepas landas dimana.
(Peta oleh: Gerry Soejatman)

Bandara Soekarno-Hatta memang memiliki tempat parkir yang bisa digunakan oleh pesawat A380, namun tidak adanya penerbangan A380 berjadwal kesana dikarenakan kurangnya area di boarding gate yang mampu menampung jumlah penumpang yang diangkut oleh satu A380, dan gate yang bisa menerima A380 di terminal international (2D dan 2E) sepertinya hanyalah gate D1 (parking position D11).

Para pemimpi dan penghujat di komunitas penggemar penerbangan Indonesia sudah lama menunggu kedatangan A380 ke Indonesia. Alasan² dari seperti "landasannya tidak kuat untuk A380" atau "landasannya kurang panjang untuk A380", hingga seperti "semestinya semua airline harus dipaksakan terbangi A380 ke Jakarta" sudah pernah saya dengar/baca. Tapi saya yakin, dari mereka² ini, pasti banyak yang kaget bahwa hari ini memang ada pesawat A380 yang mendarat di Jakarta.

Sayangnya, penumpang yang sakit tersebut, dikabarkan telah meninggal dunia. Penumpang tersebut adalah warga negara Indonesia dan kemungkinan besar memang sedang menerbangkan SYD-SIN-CGK dengan SQ. Untuk istrinya yang mendampinginya hingga saat terakhir, dan untuk keluarganya, saya mengucapkan turut berduka cita.


Meskipun semua pihak telah bekerja sama dan berupaya sebaik mungkin untuk menyelamatkan sang penumpang, Tuhan punya kehendak lain. Kehormatan yang diberikan kepada 9V-SKC sebagai pesawat A380 pertama yang mendarat di Indonesia, sayangnya tidak berakhir 100% dengan gembira...


Edit: 1906WIB
Penumpang mengalami serangan jantung saat pesawat berada diatas Bali. Jakarta adalah bandara terdekat dari Bali yang bisa menerima A380.

Selasa, 24 April 2012

737-800 Sriwijaya akhirnya tiba untuk launching 2-class service


Pesawat Boeing 737-800 pertama Sriwijaya telah tiba pada dini hari Minggu 22 April 2012. Pesawat ex-Midwest Airlines ini terbang dari Cairo, Mesir, untuk bermalam di Dubai, lalu meneruskan penerbangannya ke Jakarta melalui Male, Maladewa.
Pesawat nomor seri 28591 (ex SU-MWD) tiba di Jakarta
CGK untuk beroperasi di Sriwijaya Air sebagai PK-CLA
Pesawat milik GECAS tersebut terbang pertama kali pada 11 Maret 1999 dan awalnya disewa oleh Istanbul Airlines sebagai TC-IAH, kemudian pindah ke Pegasus Airlines (Turki) sebagai TC-APY pada 19 Juni 2000. Selama di Pegasus Airlines, pesawat ini sempat juga disewa Khalifa Airways, dan pada 30 Mei 2007, pesawat ini meninggalkan Pegasus dan bergabung di armada Futura sebagai EC-KFB hingga Futura berhenti beroperasi pada 9 September 2008. Dari 30 Maret 2009 pesawat dioperasikan Axis Airways sebagai F-GZZA dari 30 Maret 2009 hingga maskapai tersebut pun gulung tikar pada 7 Desember 2009, dan baru menemuan tempat kerja lagi di Midwest Airlines of Egypt sebagai SU-MWD dari 10 Juni 2010 hingga akhirnya bergabung dengan Sriwijaya Air sekarang dengan registrasi PK-CLA.

Hari pertama SU-MWD/PK-CLA di
Jakarta - Berjemur di apron!
Delivery Flight ini sempat tertunda karena kendala paperwork and formality baik di sisi Indonesia maupun di sisi Mesir. Pesawat akan masuk ke hangar untuk melakukan C-Check, pengecetan ulang ke warna baru Sriwijaya Air, dan perubahan konfigurasi kabin menjadi 8 kursi kelas bisnis dan 168 kursi kelas ekonomi.





Sriwijaya Air akan menggunakan
colour scheme baru untuk semua
737-800 di armadanya.
Debut pelayanan 2-kelas Sriwijaya Air juga tertunda karena menunggu SU-MWD dan sebuah pesawat 737-500W ex-United/Continental yang sekarang tengah melakukan C-Check, pengecetan ulang, dan rekonfigurasi kabin juga dengan 8 kursi kelas bisnis. Beberapa pesawat Sriwijaya Air pun sudah direkonfigurasi dengan 8 kursi kelas bisnis meskipun pelayanan 2-kelas ini belum di launch secara formal. Menurut situs CH-Aviation, selain SU-MWD, Sriwijaya Air dikabarkan akan  menyewa 2 737-800 yang sekarang terbang di TUIfly Jerman, namun belum ada kabar kapan kedua pesawat tersebut akan tiba di Indonesia karena masih menerbangkan jadwal TUIfly hingga saat artikel ini ditulis.

Beberapa pesawat Sriwijaya Air sudah dimuat 8 kursi kelas bisnis
sebelum layanan 2-kelas di launching.
Industri airline di Indonesia terus berkembang namun dengan peningkatan kapasitas yang makin cepat, para pemain harus meningkatkan differentiation brand mereka terutama dari segi pelayanan. Airline-airline Indonesia sadar bahwa mereka tidak bisa terus menerus berkompetisi dengan jadwal dan harga yang mirip satu sama lain, apalagi dengan meningkatnya biaya bahan bakar. Garuda memilih untuk fokus dengan segment atas sekaligus membangun kembali Citilink untuk menyerbu segment bawah. Raksasa low-fare Indonesia, Lion Air sepertinya menyerah untuk melakukan layanan 2 kelas dan memilih untuk membuat unit bisnis terpisah untuk melayani segment atas dengan Space Jet yang dikabarkan telah berubah nama menjadi Batik Air. Sriwijaya Air sendiri selama ini menikmati kue segment menengah, namun segment tersebut harus dibagi dengan Batavia Air yang telah mulai menggunakan armada Airbus A330nya ke Arab Saudi dan beberapa kota tujuan di dalam negeri, dan baru saja mengumumkan penundaan launching rute ke Tokyo Haneda dengan alasan biaya bahan bakar yang mahal.

Daripada buru-buru memilih strategi berikutnya, Sriwijaya pelan-pelan memformulasikan strategi untuk terus mendominasi segment tengahnya dalam dua tahun terakhir. Dengan mulai tiba nya pesawat yang dibutuhkan untuk menjalani strategi barunya ini, tentunya transformasi di airline tradisional ini sangat menarik untuk kita ikuti bersama.